Mengenal Bapak Kedokteran Modern

Penulis: dr. brahim Dharmawan

Hippocrates
Sumber http://www.skibbereeneagle.ie/web/wp-content/uploads/2016/08/hippocrates.jpg

Pernahkah kamu mendengar nama Hippocrates?

Hippocrates adalah seorang tokoh yang hidup pada tahun 460 – 370 sebelum Masehi di Yunani. Beliau adalah seorang guru dan physician (sebutan dokter di masa lalu) dan disebut-sebut sebagai bapak ilmu kedokteran modern (Father of Modern Medicine). Pengaruhnya terhadap dunia kedokteran begitu besar hingga masih terasa hingga lebih dari dua millenia setelahnya. Hippocrates merupakan tokoh pertama yang memperkenalkan konsep kedokteran kausatif (causative medicine) dan etika kedokteran. Untuk dapat mengapresiasi besarnya pengaruh Hippocrates, kita perlu memahami bagaimana kondisi ilmu kedokteran pada masa sebelum Hippocrates.

Sulit untuk mengetahui kapan upaya pengobatan dan penyembuhan mulai dilakukan oleh manusia. Penggunaan zat-zat alam, misalnya herbal, sebagai bahan penyembuh sulit ditentukan awal mulanya karena tidak adanya bukti sejarah. Namun diketahui bahwa manusia telah berupaya melakukan pengobatan gigi sejak 7000 tahun sebelum masehi. Amputasi juga telah diketahui mulai dilakukan oleh manusia sejak 4900 tahun sebelum masehi.

Selama ribuan tahun ilmu penyembuhan masih terikat erat dengan klenik, kepercayaan, dan praktik religi. Penyebab utama sebuah penyakit pada masa itu diyakini sebagai kutukan para dewa. Berbagai sejarah menunjukkan bahwa pada masa sebelum Hippocrates upaya penyembuhan dilakukan sebagian besar oleh shaman atau dukun. Pasien yang sakit akan mendapatkan doa dan mantra. Ritual-ritual yang dilakukan juga tak jarang malah memperparah kondisi pasien. Beberapa suku bahkan diketahui melakukan pengorbanan manusia sebagai upaya meredam amarah para dewa yang diyakini sebagai penyebab terjadinya wabah penyakit. Keyakinan ini masih diyakini oleh hampir seluruh masyarakat hingga zaman Yunani kuno, zaman di masa Hippocrates lahir.

Hippocrates selama masa hidupnya melakukan observasi terhadap penyakit, pasien, dan kondisi lingkungannya hingga akhirnya beliau meyakini bahwa penyakit bukanlah akibat kutukan para dewa, melainkan akibat pengaruh dari lingkungannya. Inilah awal mula konsep causative medicine dimana penyakit diyakini disebabkan oleh sesuatu dan bukan sekedar kutukan para dewa. Beliau meyakini bahwa penyakit diakibatkan oleh kombinasi dari faktor lingkungan, diet, dan kebiasaan hidup.

Hippocrates dan para murid-muridnya kemudian mengembangkan berbagai teori anatomi dan fisiologi untuk menjelaskan bagaimana cara kerja tubuh dan penyebab dari penyakit-penyakit yang diderita pasien pada masa tersebut. Perlu diingat, pada masa tersebut pengetahuan kedokteran masih sangatlah minim. Upaya diseksi tubuh manusia juga sangatlah tabu, sehingga berbagai teori-teori Hippocrates pada masa itu, misalnya konsep Humorisme, telah ditinggalkan di zaman kedokteran modern saat ini. Meskipun begitu perpindahan paradigma dari kutukan dewa menjadi penyebab alamiah sebagai etiologi dari penyakit merupakan cikal bakal dari segala ilmu kedokteran yang kita miliki saat ini.

Sumber:

  1. Boylan M. Hippocrates | Internet Encyclopedia of Philosophy [Internet]. [cited 2017 Apr 14]. Available from: http://www.iep.utm.edu/hippocra/
  2. Nordqvist C. What Is Ancient Greek Medicine? [Internet]. [cited 2017 Apr 14]. Available from: http://www.medicalnewstoday.com/info/medicine/ancient-greek-medicine.php
  3. Smith WD. Hippocrates | Greek physician [Internet]. Encyclopedia Britannica. [cited 2017 Mar 29]. Available from: https://www.britannica.com/biography/Hippocrates

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s