PENGUKURAN LINGKAR PINGGANG PADA PASIEN OBESITAS

Penulis: dr. Randy Dafana Putra Editor: dr. Ibrahim Dharmawan

Lingkar pinggang (waist circumference) merupakan salah satu alat evaluasi klinis untuk pasien obesitas. Lingkar pinggang berhubungan erat dengan indeks massa tubuh (BMI) dan mencerminkan kadar lemak viseral (visceral fat) intraabdominal. Lemak viseral adalah jaringan lemak/adiposa (visceral adipose tissue) yang terdistribusi pada tiga rongga tubuh yang di dalamnya terdapat visera atau organ, yaitu rongga toraks, rongga abdomen, dan rongga pelvis. Pada banyak penelitian, tingginya kadar lemak viseral ini berkaitan erat dengan meningkatnya risiko berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dislipidemia, dan penyakit jantung koroner. 1,2

Pada manusia, pencitraan radiologi (X-ray, CT-Scan, MRI, dan lain-lain) dapat digunakan untuk menentukan volume lemak viseral di dalam tubuh. Distribusi jaringan adiposa viseral dapat diperkirakan atau dievaluasi secara akurat dengan MRI atau CT, namun tentunya metode pencitraan radiologi tersebut memerlukan biaya yang tinggi dan tidak cocok untuk digunakan dalam skrining.

Lingkar pinggang dapat dijadikan alternatif yang praktis untuk para dokter jika berhadapan langsung dengan pasien di layanan primer.1 Pengukuran lingkar pinggang hanya membutuhkan alat berupa meteran badan dan teknik pengukuran yang benar. Kombinasi lingkar pinggang dan indeks massa tubuh dapat sangat bermanfaat dalam menilai kesehatan dan risiko penyakit-penyakit metabolik pada pasien.2

Cara mengukur lingkar pinggang adalah sebagai berikut.3

  1. Pasien berdiri secara tegak, pakaian pada bagian abdomen diangkat, dan pemeriksa duduk di samping kanan pasien.
  2. Lokasi yang benar untuk mengukur lingkar pinggang adalah di pertengahan antara iga terbawah (lowest rib) dan bagian teratas tulang panggul (top of hipbone) pada garis midaksila (ditandai terlebih dahulu), tetapi sebagian praktisioner lain mengukurnya langsung pada level krista iliaka superior.
  3. Pita pengukur dilingkarkan secara horizontal dan lurus melewati bagian yang telah ditandai tadi. Pita harus melekat kuat secara langsung dengan kulit, tidak boleh longgar.
  4. Pasien diminta menarik napas secara normal, kemudian ukur lingkar pinggang.

 

cara pengukuran lingkar pinggang

Gambar 1. Cara mengukur lingkar pinggang (measurement of waist circumference).2

Obesitas abdominal (sentral) dimasukkan sebagai salah satu dari lima kriteria sindrom metaboilik oleh National Cholesterol Education Program-Adult Treatment Panel III (NCEP-ATP) in 2001. Standar pengukuran Eropa dan Asia berbeda. Di Indonesia yang dipakai adalah kriteria Asia-Pasifik. Orang Indonesia dikatakan berisiko sindrom metabolik jika memiliki lingkar pinggang ≥90 cm untuk laki-laki dan ≥80 cm untuk perempuan.

Tabel 1. Klasifikasi lingkar pinggang dan indeks massa tubuh yang direkomendasikan oleh Asia-Pacific Task Force.1

tabel Klasifikasi lingkar pinggang

Lalu bagaimana menurunkan kadar lemak abdominal agar terhindar dari penyakit metabolik? Tunggu artikel kami selanjutnya.

Semoga bermanfaat 🙂

Referensi:

  1. Bray GA, Bouchard C. Handbook of Obesity: Clinical Applications. 3rd New York: Informa Healthcare; 2008.
  2. Tambunan V. Lecture: Nutrition Therapy for Obesity Module. Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. 2016.
  3. National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES). Anthropometry Procedures Manual. Atlanta: CDC; 2007.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s