Fitness vs Fatness?

Penulis: dr. Firdaus Cahya Saputra Editor: dr. Ibrahim Dharmawan

Pada akhir  abad ke 20 terdapat banyak studi yang menemukan bahwa obesitas dan daya tahan kardiorespirasi berhubungan secara independen dengan tingkat kematian. Sebuah review menunjukkan obesitas secara independen akan meningkatkan risiko kematian sebanyak 20% pada perempuan dan 28% pada laki-laki. Di sisi lain penurunan 1 MET (metabolic equivalent of task) daya tahan kardiorespirasi akan meningkatkan risiko kematian sebanyak 13%. Keduanya merupakan bagian dari komponen kebugaran jasmani yang terkait kesehatan. 1

Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari dengan semangat dan waspada, tanpa kelelahan dan dengan banyak energi untuk menikmati waktu luang dan untuk menghadapi kondisi darurat yang tak diduga. Kebugaran terkait kesehatan terdiri dari:

  • daya tahan kardiorespirasi
  • daya tahan otot
  • kekuatan otot
  • komposisi tubuh
  • fleksibilitas

Dari kelima komponen tersebut terdapat dua komponen yang paling banyak dihubungkan dengan peningkatan risiko kematian, yaitu daya tahan kardiorespirasi dan komposisi tubuh.

Namun dari kedua komponen tersebut, mana yang paling berpengaruh? Mari kita bahas.

Daya Tahan Kardiorespirasi (Cardiorespiratory Endurance)

Tingkat daya tahan kardiorespirasi yang rendah telah diketahui sebagai faktor risiko penyakit jantung koroner dan kematian penyakit kardiovaskular. Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor terpenting yang menentukan tingkat kebugaran kardiorespirasi. Terdapat segudang manfaat daya tahan kardiorespirasi antara lain menurunkan tekanan darah, memperbaiki perubahan denyut jantung,  meningkatkan fungsi  endotelial, menurunkan viskositas plasma dan darah, meningkatkan densitas mitokondrial, menurunkan inflamasi sistemik, meningkatkan sensitivitas insulin, menurunkan kebutuhan oksigen miokardium, menjaga berat badan kering, menurunkan lapisan lemak viseral, meningkatkan densitas tulang, memperbaiki mood dan stres psikologis, dan memperbaiki kualitas tidur. Selain itu, kebugaran kardiorespirasi yang baik juga menurunkan risiko hipertensi, depresi, sindroma metabolik, diabetes melitus, osteoporosis, osteoartritis, demensia dan penyakit alzheimer, dan berbagai kanker. 2

Daya tahan kardiorespirasi menjadi predikator yang kuat dan independen dari semua penyebab kematian dan kematian penyakit kardiovaskular. Efek protektif dari daya tahan kardiorespirasi pada mortalitas terbukti secara independen di luar faktor usia, etnik, adiposit, status merokok, penggunaan alkohol, dan kondisi kesehatan. Aerobics Center Longitudinal Study (ACLS) menemukan bahwa orang dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik akan memiliki risiko kematian akibat semua penyebab 43-53 % lebih rendah serta risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular 47-70% lebih rendah. 3

Pada studi lain yang bernama Cooper Center Longitudinal Study, peneliti melakukan studi pada lebih dari 11 ribu laki-laki untuk mengetahui hubungan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular dan tingkat daya tahan kardiorespirasi. Studi ini dilakukan dengan mengikuti perjalanan hidup subjek penelitian hingga mencapai usia 90 tahun atau meninggal dunia. Kematian akibat penyakit kardiovaskular terjadi pada 1.106 orang. Studi ini mencoba memperkirakan besarnya faktor risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada saat subjek berusia 45 tahun, 55 tahun, dan 65 tahun.4

Hasilnya menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki kebugaran kardiovaskular yang rendah akan memiliki risiko yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan seseorang berdaya tahan kardiovaskular yang tinggi. Secara berturut-turut dari 45, 55, dan 65 tahun tingkat risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular pada kelompok daya tahan kardiorespirasi yang kurang dan yang tinggi, yaitu 14.7% vs 3.4%, 34% vs 15.3%, dan 35.6% vs 17.1%. Hal tersebut menunjukkan rendahnya tingkat daya tahan kardiorespirasi akan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular yang akan terus ada sepanjang hidupnya.4

Daya tahan kardiorespirasi dapat diekspresikan dalam bentuk metabolik equivalent of task (METs) yang menunjukkan estimasi beban kerja pada tes latihan fisik. Peningkatan 1-MET setara dengan penurunan ukuran lingkar pinggang, penurunan tekanan darah sistolik, penurunan kadar trigliserida darah, penurunan kadar gula darah puasa, dan peningkatan  HDL (kolesterol baik).(2) Peningkatan daya tahan kardiorespirasi sebesar 1 MET juga menurunkan risiko kematian sebesar 13 – 15 % .2

Komposisi tubuh (Body Composition)

Selain daya tahan kardiorespirasi, komposisi tubuh merupakan komponen kebugaran jasmani yang juga sering digunakan untuk menilai tingkat mortalitas seseorang karena telah terbukti secara independen berhubungan dengan tingkat mortalitas. Berbagai studi menunjukkan peningkatan berat badan berhubungan dengan peningkatan tingkat mortalitas. Obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit metabolik dan penyakit jantung. Orang dengan obesitas akan mengalami peningkatan risiko mortalitas  sebesar 20-28 %. 1

Perbandingan Keduanya

Sebuah metaanalisis mencoba membandingkan kedua komponen kebugaran di atas  untuk mengetahui prediktor mortalitas terkuat. Metaanalisis tersebut menunjukkan bahwa pada kelompok orang dengan tingkat daya tahan kardiorespirasi yang jelek dan berat badan berlebih memiliki nilai risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok dengan daya tahan kardiorespirasi yang jelek dan berat badan normal atau obesitas. Kondisi ini disebut dengan paradoks obesitas.1

Selain itu, obesitas dapat menjadi faktor protektif pada kelompok lansia karena dapat menurunkan tingkat mortalitas jika dibandingkan dengan kelompok lansia dengan berat badan normal. Paradoks obesitas ini tidak berlaku pada kelompok dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik. Kelompok obesitas dan berat badan lebih dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik memiliki tingkat mortalitas yang secara statistik tidak berbeda bermakna dengan kelompok berat badan normal dengan kardiorespirasi yang baik. Hal ini menunjukan daya tahan kardiorespirasi yang baik dapat menurunkan risiko mortalitas Pada orang dengan kelebihan berat badan. 1

Jika kelompok obesitas dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik dibandingakan dengan kelompok berat badan normal dengan daya tahan kardiorespirasi yang jelek, maka risiko mortalitas akan lebih rendah pada kelompok obesitas dengan daya tahan kardiorespirasi yang baik. Dengan demikian dapat disimpulkan daya tahan kardiorespirasi menjadi prediktor tingkat mortalitas yang lebih baik dibandingkan dengan komposisi tubuh.1

Perlu diingat bahwa paradoks obesitas masih merupakan suatu konsep yang menuai banyak kritik dan kontroversi. Apabila anda memiliki daya tahan kardiorespirasi yang jelek, bukan berarti anda harus menjadi obesitas untuk menurunkan risiko kematian anda. Tentunya hal terbaik yang harus anda lakukan adalah memperbaiki pola hidup dengan diet seimbang dan olahraga teratur untuk mencapai berat badan normal dan daya tahan kardiorespirasi yang baik.

Semoga bermanfaat.

Referensi

  1. Barry VW, Baruth M, Beets MW, Durstine JL, Liu J, Blair SN. Fitness vs. fatness on all-cause mortality: A meta-analysis. Prog Cardiovasc Dis [Internet]. 2014;56(4):382–90. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.pcad.2013.09.002
  2. Lavie CJ, Arena R, Swift DL, Johannsen NM, Sui X, Lee DC, et al. Exercise and the cardiovascular system: Clinical science and cardiovascular outcomes. Circ Res. 2015;117(2):207–19.
  3. Lee D, Artero EG, Sui X, Blair SN. Mortality trends in the general population: the importance of cardiorespiratory fitness. J Psychopharmacol. 2010;24(4 Suppl):27–35.
  4. Berry JD, Willis B, Gupta S, Barlow CE, Lakoski SG, Khera A, et al. Lifetime risks for cardiovascular disease mortality by cardiorespiratory fitness levels measured at ages 45, 55, and 65 years in men: The cooper center longitudinal study. J Am Coll Cardiol [Internet]. 2011;57(15):1604–10. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/j.jacc.2010.10.056

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s