dr. Randy Dafana Putra [Chief Service and Operational]

dr. Randy Dafana Putra [Chief Service and Operational]

“Menyadari bahwa ia harus belajar sepanjang hayat adalah pelajaran paling berharga yang dimiliki seorang dokter.”

 

Payakumbuh, 13 Oktober 1992

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2011-2016

daffanlivescch@gmail.com

 

 

 

 

Belajar Sepanjang Hayat

“Menyadari bahwa ia harus belajar sepanjang hayat adalah pelajaran paling berharga yang dimiliki seorang dokter.” Quote ini telah menjadi pegangan dan prinsip bagi saya bahwa dokter itu bukanlah hanya klinisi, melainkan dia adalah juga seorang pelajar. They have to learn, to study, to develop their skills till the death. Untuk menjadi pelajar, mengajarkan ilmu yang dimiliki adalah guru terbaik – teaching is the best teacher. Sudah 2 tahun lamanya saya menjadi ‘pelajar’ itu, mengajarkan ilmu yang dimiliki kepada mahasiswa kedokteran. Entah kenapa saya senang menyampaikan ilmu sambil terus menerima ilmu baru yang terus berkembang. Awalnya hanya ‘melanglang buana’ untuk berbagi, namun semenjak adanya Cortex, jati diri sebagai ‘pelajar’ itu semakin mantap. Puluhan kilometer ditempuh demi pendidikan dan mendapatkan setetes pengetahuan. Alhamdulillah setelah sumpah Hipokrates, saya juga diberikan kesempatan untuk menjadi calon staf pendidik di Departemen Fisiologi FKUI. Mengajar dan saling belajar dengan mahasiswa yang memiliki ragam karakter itu menyenangkan.

Dokter saat ini memang telah banyak. Namun pendidikan kedokteran itu sendiri belum merata di seluruh Indonesia. Mungkin ilmu di suatu daerah berbeda dengan daerah lain, karena belum update, atau teknologi informasi yang masih kurang. Untuk itu dirasa perlu bahwa seorang dokter (yang belajar sepanjang hayat itu) harus dapat mendidik calon dokter, calon teman sejawat kita. Dengan mendidik, maka kita juga akan terdidik. Dengan mendidik, maka kita juga melayani masyarakat. Dokter: klinisi, akademisi, peneliti, dan pelajar.